"Kalian nggak berniat tidur bareng kan?" Hesti menatap curiga mereka berdua secara bergantian. Gita memutar bola mata. "Apaan sih? Jangan ngaco deh," sahutnya. Sementara Pram hanya diam. ingin menanggapi tuduhan sepupunya itu. Ia malah memejamkan mata. Tak berapa lama napasnya sudah naik turun dengan teratur. "Terus ngapain lo di sini?" ujar Hesti lagi pada Gita seraya mendekat setelah kembali menutup pintu. Gita menggamit lengan Hesti. "Coba lo pegang dahinya. Suhu tubuh Pram masih panas nggak?" tanya Gita. Mengabaikan tuduhan sahabatnya itu. Hesti melakukan apa yang diminta Gita. Gadis itu tersentak. "Kak Pram sakit?" bisiknya. Gadis itu mengangguk. "Ia tadi sampai mengigau saking tinggi panasnya. Memang begitu ya dia saat lagi sakit?" tanya Gita lagi. Hesti mengg

