Tanpa sepengetahuan Ammar, ternyata ide 'brilliant' Bismo itu benar-benar mereka jalankan. Melalui pesan berantai di WA, dalam kurun waktu yang tidak berapa lama pesan itu telah menyebar hampir pada seluruh siswa di sekolah mereka. "Hai, Ammar." Tety--sang kakak kelas--yang biasanya tak pernah sekalipun menyapa mendadak ramah saat tak sengaja mereka berpapasan di depan kantin sekolah. Ammar hanya mengangguk dan tersenyum tipis. Batinnya sedikit bertanya-tanya demi melihat perubahan itu. Pun demikian saat ia sampai di kantin. Beberapa siswi seolah berebut cari perhatian padanya. Bagi Ammar sebenarnya itu bukan hal baru, hanya saja saat ini kwantitas caper mereka makin berlebihan. Bahkan Ayu--si putri malu--siswi sebelah pun tak ketinggalan. Sambil celingak-celinguk kiri kanan, Ammar me

