Rencana Aldo

1976 Kata

Gita menatap diri di cermin, ternyata keahlian Hesti memainkan alat make up tidak kalah dengan seorang MUA profesional. Gadis itu sampai pangling melihat wajahnya sendiri. Riasan yang natural sangat serasi dengan rambut panjangnya yang dikerli. "Wow, Hesti ternyata lo sangat berbakat," ujarnya dengan mata berbinar. "Thanks ya." Gita memeluk sahabatnya itu erat. Hesti tersenyum senang. "Udah, buruan gih ganti bajunya. Kasihan Kak Aldo nunggu lama," ujarnya. "Hes, apa nggak terlalu terbuka ni lehernya. Gue malu tau," ujar Gita risih melihat penampilannya setelah mengganti baju yang dikenakan dengan dress hitam selutut. Gaun itu sangat indah, namun sayang lehernya terlalu rendah. Gaun pemberian Aldo. Tadi siang ia memaksa Gita menerimanya untuk dipakai di acara pertunangan salah satu

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN