Sebuah Rahasia

2194 Kata

Pernikahan sederhana Freya dan Balder pun akhirnya dilangsungkan. Hanya berjeda satu minggu dari pertemuan mereka waktu itu. "Alhamdulillah, syukurlah," sahut Pram ketika Balder mengemukakan niat mereka secara sungguh-sungguh. "Tapi saya tidak bisa menunggu jika terlalu lama," lanjutnya menyesal. "Bagaimana kalau minggu depan?" tanya Balder. "Minggu depan?" Pram mengulang kalimat itu meskipun ia sudah mendengarnya dengan sangat jelas. Ia bertanya hanya untuk memastikan, bisakah ia menunggu sampai batas itu? "Ayolah, Kak. Saya mau menerima pinangan ini sekarang karena berharap Kakak menyaksikan pernikahan saya," sela Freya. "Bukan sekedar restu." Sesaat pria itu hanya termangu. Ia yang menyarankan agar saudara perempuannya itu menikah saat ia masih berada di kota ini. Sesederha

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN