Pram keluar dari mobil dan meminta security untuk memarkirkan mobilnya. Dengan langkah lebar ia menuju lift yang berhadapan dengan ruangan yang akan ia tuju pada lantai lima. Ruang meeting. Beberapa menit kemudian ia telah sampai di depan ruang pertemuan itu. Pram merapikan dasi dan jas yang ia kenakan. Lalu dengan d**a yang sedikit dibusungkan, ia memutar handel pintu. Pria itu berdehem saat mendapati hampir semua mata tertuju padanya, ketika daun pintu tersebut terkuak. Seperti biasa, semua kursi pun telah terisi. Kecuali kursi pimpinan yang jadi jatahnya. "Selamat siang." Pram menyapa seraya melirik jam tangannya. Masih kurang beberapa menit dari waktu yang dijadwalkan. "Siaaang," sahut mereka serentak. Pram menghempaskan pinggul kemudian kembali mengedarkan pandang. "Bisa ki

