Keesokan hari setelah dipindahkan dari ruang ICU ke ruang rawat inap, Natya masih setia menemani Ilham. Keadaannya yang semakin membaik membuat Tante Linda lebih tenang untuk meninggalkan putranya bersama Natya. Beliau juga telah memutuskan untuk kembali pulang ke kediamannya yang lumayan jauh dari rumah sakit. "Natya, aku mau duduk," pinta Ilham yang terbaring tengah merasakan punggung seakan kebas. "Huh?" Natya meyakinkan lagi jika pendengarannya tidak salah dengar, karena ada pula suara dari televisi. "Bed aku tolong di naikin ke atas," ungkap Ilham sekali lagi. Natya sudah bangkit dari depan laptopnya, kini mendekati Ilham. "Kamu udah nggak pusing?" tanyanya sambil mempertimbangkan keinginan Ilham. "Udah nggak mual juga," jawab Ilham mencoba untuk meyakinkan Natya. Ia yang

