Natya termenung memandang testpack utuh dalam genggamannya. Genap satu minggu siklus datang bulannya terlambat. Alih-alih menunjang keberanian untuk segera menggunakan alat tersebut, tetapi Natya justru semakin takut. Padahal beberapa kali telah yakin, tidak ada salahnya mengecek untuk Natya sendiri. Terlebih Ilham pun tidak akan pernah tahu jika hasilnya tak sesuai dengan keinginan. Namun lantaran tanda kehamilan seperti yang pertama tidak dirasakan olehnya, membuat semakin banyak pertimbangan membelenggu, ada ketakutan pula Natya untuk bertindak lebih jauh. Dihelanya napas panjang. Lagi-lagi tetap memilih menyembunyikan kembali alat tersebut ke dalam drawer peralatan mandi milik Natya. Setelah cukup yakin bahwa Ilham tidak akan pernah menjangkau tempat ini, sejak awal Natya membeli p

