“ Dave? Kamu udah pulang?” Christa langsung datang dari belakang untuk menyambut suaminya. Setelah berhari – hari tanpa komunikasi, mendengar suara sang suami memanggilnya saja, Christa udah kesenangan. Kekesalannya kepada David menguap seketika. Ketika melihat istrinya yang datang dengan wajah yang berseri, David juga senang. Dia pikir, dia akan mendapatkan hadiah berupa kemarahan atau kekesalan sang istri. Ternyata, Christa bukan tipe perempuan yang suka memendam segala kekesalan. Dia bersyukur untuk hal itu. “ Kamu pulang lebih cepat malam ini. Bagaimana pasien?” tanya Christa dengan penuh perhatian soal pekerjaan suaminya. Wanita itu bahkan memberikan senyum berseri – seri yang menularkan efek kebahagiaan untuk David. Melihat itu, David tidak tahan dan langsung membawa sang istri ke

