Bagian II : Rumah Utama

450 Kata
-- Rumah Utama berada paling depan dan menghadap secara langsung ke arah jalan yang diapit pagar tanaman yang mengarah ke gerbang utama.  Rumah Utama dan yang lainnya bergaya kolonial dan mungkin sudah dipugar dengan diganti cat putih yang lebih bagus. Ya. Cat pada dinding luar semua bangunan di area perumahan itu adalah berwarna putih. Sungguh pilihan yang riskan karena warna putih akan sangat terlihat jelas apabila terdapat kerusakan. Pada Rumah Utama, terasnya luas dengan beralaskan keramik putih. Ada kursi rotan dan meja rotan yang kokoh di teras. Kemudian kursi ayunan lainnya serta pot-pot bunga yang ditata rapi. Juga ada guci-guci besar dan mahal dengan tanaman palsu. Memasuki pintu pertama, akan disambut ruang tamu dengan sofa-sofa empuk mahal yang kain penutupnya berwarna hijau dan berenda. Nuansa putih dan hijau akan terlihat sejauh mata memandang. Setelah ruang tamu ada ruang tengah dengan TV layar besar dan bantal-bantal empuk dan lemari berisi bingkai-bingkai foto dari jaman ke jaman, serta rak buku bacaan. kemudian pada pintu berikutnya adalah lorong putih-putih yang akan menghubungkan ke setiap ruangan-ruangan, termasuk kamar Mika dan ruang makan. Ada banyak ruangan dan Mika belum banyak mengetahuinya di hari pertama ia datang ke sana. Namun tidak masalah karena hal tersebut dapat ia cari tahu lain hari. Ia juga sudah tahu jika kamar Nadia dan saudara perempuannya Nadin berada di lantai atas. Pada kamar Mika yang bernuansa cokelat dan berperabotan gaya kolonial lawas namun sangat terawat (tidak ada kerusakan sedikit pun bahkan pada lemari di kamarnya), menghadap ke belakang dimana ada kolam air mancur di tengah-tengah halaman luas yang disiram oleh teriknya matahari pada siang hari. Kamarnya juga memiliki balkon luas yang sudah dihiasi pot-pot berbagai tanaman yang bunganya mekar dan juga tanpa bunga. Nata tampaknya sangat berniat menghias balkon kamar Mika bagaikan toko tanaman hias. Di sebelah kiri ada taman bunga luas, deretan bunga matahari yang paling menarik perhatian. Entah berapa hektar. Di sebelah taman bunga itu terdapat bangunan rumah bercat putih yang menjadi kediaman Lenka.  Sebaliknya di sebelah kanan, setelah halaman dengan kolam air mancur sebagai pusatnya, ada kolam ikan berukuran sedang dan pepohonan rimbun, di sebelahnya lagi barulah ada bangunan rumah bercat putih lainnya yang merupakan kediaman keluarga Laurie.  Ada bangunan putih yang lainnya di seberang kamar Mika, di balik air mancur itu. Katanya itu bangunan rumah di mana sang kakek tinggal dan dirawat oleh seorang perawat. Di samping bangunan kediaman sang kakek di sebelah kiri, ada lahan yang tertutupi pepohonan mangga, dan di baliknya lagi ada bangunan baru yang sama sekali tidak bergaya Belanda, sebuah mes tempat tinggal untuk para pengurus rumah. Sementara di sebelah kanannya terdapat halaman dan kolam renang yang juga sama-sama terlihat modern. Begitulah sekilas yang didapat Mika dari pengamatannya pada hari kedatangannya itu. __*__ 
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN