Bagian IV : Surat Wasiat

249 Kata

-- Sabtu pagi Januari di Ottawa minus lima derajat Celcius. Saat itu jarum pendek pada jam menunjuk angka enam. Kurang lebih dua jam lagi pertemuan keluarga akan dimulai. Leona, saudara bungsu Angkasa yang berbeda Ibu, tampak gelisah. Ia sudah siap dengan gaun hitamnya, mondar-mandir di depan laptop yang tergeletak rapi di atas meja, sudah menyala menampilkan video yang di pause, menampilkan wajah sang kakak sulung, Louis Angkasa. Ruang kamarnya hangat dengan pemanas yang menyala. Sementara di balik jendela salju tipis-tipis turun karena langit mendung. Saat ini di Indonesia pasti sudah mulai gelap. Ia penasaran apa saja yang sudah dipersiapkan oleh keluarganya di negara seberang sana untuk pertemuan mendebarkan nanti. Entah apakah hanya dirinya seorang yang berdebar-debar. Leona meneba

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN