18. Merajut Benang Merah

1260 Kata

Pagi-pagi sekali, Siera dikejutkan dengan kesibukan sang mama yang terus bermondar-mandir mempersiapkan barang-barang yang akan dibawa ke tempat kerja. Kalau tidak salah, hari ini akan diadakan pameran yang telah dipersiapkan cukup lama. Gadis kecil itu mengunyah sereal dengan santai, sambil menatap bergantian antara mama dan papa. "Ini tidak dibawa, Ma?" tanya Siera, menunjukkan sebuah kartu nama di atas meja. Selena mendesah dan menepuk dahi, kemudian berlari kecil dan mengambil kartu tersebut untuk memasukkan ke dalam tas, kemudian ia lantas berterimakasih kepada putri tunggalnya. "Kau adalah dewinya mama, Sayang." Mengecup pipi Siera, Selena pun mengucapkan kata-kata cinta. "Dadah, Mama dan Papa!" Sekarang giliran Andrew yang memeluk putrinya, memberikan ciuman di dahi. "Hm,

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN