12. Di Mata Selena

1957 Kata

Alis Andrew berkerut karena mendengar ucapan dari lelaki yang duduk tenang di hadapannya, kedua telapak tangan mengepal karena kelancangan Jhonatan mengatakan hal demikian, tentu ia tidak bisa menerima kalimat yang diujarkan lelaki itu. Dalam benak ia menyesali keputusan untuk mengiyakan permintaan Jhonatan, sosok tersebut membuat ia teramat berang. Walau sudah tahu bahwa ujungnya akan seperti sekarang. “Apa katamu?”  Soot mata Andrew terlihat tajam, ia menatap dalam Jhonatan yang masih santai dan tersenyum. Lelaki itu membenarkan duduk dan meletakkan kedua tangan di atas meja. Embusan napas terdengar, Jhonatan sekali lagi menjelaskan maksud dari pertemuan ini dengan suara rendah. “Begini, Andrew, tentu saja kita tahu bahwa situasinya sekarang, bahwa kau dan aku sedang mencoba menari

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN