Pria bernama Gustavo itu bahkan sampai menekuk kakinya. Tertunduk dengan lutut kakinya. Di hadapannya berdiri tujuh pria anggota keluarga Leandro. Di tambah lagi dua pemuda tampan yang menjadi kekasih putri keluarga itu. "Berdirilah Gustavo. Jangan melukai harga dirimu dengan berlaku seperti ini," ujar Edward Leandro arif. Pria bernama Gustavo itu berdiri dengan canggung. "Terimakasih Tuan," ujar Gustavo. "Kami berterimakasih padamu, Gustavo. Kami justru akan memberimu hadiah sebagai bentuk terimakasih kami." "Saya bukan orang yang baik Tuan. Saya dalam keadaan putus asa saat menerima pekerjaan ini. Tapi saya mengingat anak perempuan saya dan juga mendiang istri saya. Mereka pasti tidak suka saya melakukan ini. Bagaimanapun juga saya bersalah, Tuan. Saya layak menerima hukuman." "Hmm

