Bab.30 Pernikahan Ditengah Luka

1663 Kata

Suara azan Magrib baru saja bergema dari masjid kecil di belakang rumah sakit, sementara langkahnya terasa berat menyusuri lorong steril berbau obat. Setiap kali melangkah menuju ruang rawat intensif tempat Nayla terbaring, dadanya seperti dihimpit batu besar. Sudah hampir empat bulan Nayla dan menenggelamkannya ke dalam diam panjang, koma yang tak juga memberi tanda kapan berakhir. “Assalamu’alaikum, Sayang…” bisik Rafa lirih, menatap wajah Nayla yang pucat, tubuhnya penuh selang dan alat bantu pernapasan. Suaranya pecah, “Hari ini aku baru saja bertemu dengan Habib Al Jafar dan Ibu. Mereka… memintaku mengambil keputusan yang berat.” Tangannya menggenggam tangan Nayla yang dingin. Ia tahu, entah bagaimana, Nayla pasti mendengar. Setiap kali Rafa membaca Al-Qur’an di sampingnya, kelopa

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN