29

2065 Kata

"Kau tidak seharusnya ada di sini." Saira mengangkat alis. Saat pintu tertutup, eksistensi gadis berambut gulali itu ikut lenyap. Tetapi rupanya sisa keberadaan gadis itu masih terasa. "Kenapa?" Edzard memandanginya sebentar. Kemudian berpaling untuk duduk, membiarkan Saira menatapnya datar. "Katakan saja apa yang kau mau, setelah itu pergi." "Ansell bilang, dia dan Helena berkencan." Alis Edzard tertaut tajam. "Kau percaya?" Senyum Saira merekah. "Aku bilang itu kemajuan bagus. Akhirnya Ansell bisa bernapas dari setan bernama Alana." Dengusan lain meluncur. Kala Edzard memainkan pena di atas meja, melirik Saira yang masih setia memamerkan senyum sinisnya. "Kau masih merasa tersaingi karena Alana, kan? Dia sekarang tidak ada di sini. Tidak ada gunanya kau cemburu padanya." "Aku pu

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN