26

1004 Kata

Alis Ansell terpaut tajam tatkala menemukan pintu studio pribadinya tidak terkunci. Seseorang berhasil membobol masuk, dan dia mulai merasa panik. Seingatnya, ketika dia dan Helena pergi untuk menikmati waktu, dia mengunci pintu seperti biasa. Lantas? Bunyi tuts piano mengalun merdu dari ruang sempit yang Ansell simpan untuk dirinya sendiri. Bersama piano tua hadiah ulang tahunnya, ia mendengar seseorang duduk dan bermain dalam diam. Saat lampu temaram dari mini bar menyapa, Ansell bisa melihat siluet seorang pria dengan jaket dan topi tengah duduk, menunduk memandang deretan tuts piano dan jemarinya bergerak santai. "Kupikir kau membenci studio ini," ucap Ansell datar, menyalakan lampu dengan sembarangan dan membiarkan pria itu menghentikan tarian jemarinya. "Kau masih menyimpan kunci

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN