44

1164 Kata

Cuaca Tokyo yang sedikit mendung membuat Helena gelisah. Cukup lama ia tidak merasakan turbulensi di dalam pesawat yang membuatnya ketakutan setengah mati. Semoga Tuhan memberkati perjalanannya. Sesampainya di kursi tunggu, dia bicara sebentar pada sang ibu. Berkata bahwa dia akan berlibur selama tiga hari dengan menumpang pesawat terbang. Ibunya berpesan hati-hati dan Helena menitipkan salam pada sang ayah yang sibuk di ladang. Edzard baru muncul sekitar lima belas menit kemudian. Tampilan kasual pria itu nyaris membuat napas Helena berantakan. Edzard dan jam luar kantor adalah kombinasi mematikan. Dia bisa menjadi apa pun yang dia inginkan. Helena pikir, Edzard dan Ansell cocok untuk berduet di atas panggung sebagai anak band nakal. Kacamata hitam itu menggantung apik. Menambah kesan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN