“Aku tidak menyakitimu dan si kecil ‘kan?” Tanya Byron seraya mengelus perut Zoe yang sangat besar. Kehamilan istrinya sudah masuk bulan ke sembilan. Dan entah kenapa, semakin hari Zoe terlihat semakin seksi dan menggairahkan. Perutnya yang buncit, pipinya yang lebih berisi, payudaranya yang penuh, pantatnya yang bulat, oh, he can't take his eyes off of her. “Tidak. Mereka sangat suka kunjunganmu,” bisik Zoe seraya mengendus leher Byron yang berkeringat usai percintaan panas mereka. Byron tertawa dan mencium dahi istrinya dengan penuh kasih sayang. “Mereka atau mamanya yang suka?” “Tiga-tiganya,” aku Zoe akhirnya dengan wajah memerah yang membuat Byron gemas. Byron meraih dagu Zoe dan kembali mengecupnya sekilas. “Aku tidak akan keberatan bercinta denganmu sepanjang hari, that was my
Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari


