Bab Tiga Puluh Tiga

1001 Kata

                                                Sandy Adiatma                                                         ***              Tamparan keras akhirnya diterima Sandy setelah masuk ke dalam rumahnya, jam dua belas malam, tepat jam dua belas malam Sandy baru saja pulang dari salah satu cafe di Banjarmsain, cafe itu menjadi saksi bisu, dua belas tahun lalu, saat Sylena tak dating ke tempat itu, dan malam ini, setelah menemui Aldino dan Sylena, Sandy kembali merasakan sakit itu, dari awan sore menjadi awan malam, Sandy tak beranjak dari tempatnya duduk.              Sandy menautkan alis, saat Rizki langsung duduk setelah menamparnya, apa yang terjadi hingga Rizki berani-beraninya menampar Sandy?              “Lo dari mana b**o?” tarikan kerah di kemeja Sandy semakin mengencang saat

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN