"Kacau! Semuanya kacau," seru seorang wanita berambut gelombang pirang dengan mata biru cerahnya. Otaknya tak menyangka sama sekali jika kepergian ke rumah sakit untuk menemui lelaki pujaannya justru berakhir dengan bencana. Bencana karena semua kebusukan yang telah lama mat- matian di pendamnya sendiri terungkap sudah. Berantakan semua yang bahkan telah di susunnya dengan rapi. "Sialan!" Umpatnya lagi keras sembari melempar apa saja yang berada di hadapannya. Kedua tangannya sudah lebih dulu mengacak rambut panjangnya yang, semula rapi, menjadi lebih berantakan. "Itu percuma saja bodoh! Dasar rubah!" Celetuk sebuah suara yang duduk santai tak jauh dari tempatnya mengamuk. Kedua matanya menyipit dengan menatap jengah wanita berambut merah yang tak jauh dari hadapannya. "Dan bag

