Amora terus menyandarkan kepalanya di d**a bidang lelaki tampan ini, Xander, sejak turun dari jet pribadinya yang membawa kami ke Kanada. Usapan tangan di punggungnya membuat hati Amora terasa menghangat. Amora sangat menikmati setiap sentuhan yang dia berikan. Sejak kehamilannya bertambah Amora semakin tak ingin berjauhan dengan Xander. Ini seperti bukan dirinya. Amora bahkan sangat malas mandi jika tak bersama Xander. Meski Xander akan meledek atau menggodanya bau. Amora tetap tak mau jika tak bersamanya. Seperti bayi besar jika boleh dirinya mengatakan akan hal itu. Namun meski Amora sering merengek, Xander tetap sabar menghadapi sikapnya. Amora semakin mencintainya. Kembali Amora menenggelamkan kepalanya pada d**a bidangnya. Meggesekkan hidungnya, menghirup a

