Di tempat lain Cahaya remang yang dihasilkan dari bolam kecil tak cukup penerangan untuk melihat dengan jelas seorang lelaki yang terduduk lemas dengan tangan serta kaki terikat. Terlihat beberapa darah yang sudah mengering memenuhi wajahnya yang tak lagi tampan. Dengan sedikit bias, bola matanya mencoba terbuka perlahan. Mengedarkan seluruh pandangan keseluruh ruang sempit dan pengap. Indra pendengarannya menangkap asal suara sepatu fantovel dengan langkah yang mengikuti berpadu dengan lantai kayu yang telah usang. Kedua bola matanya menangkap sepasang sepatu mahal berdiri tepat di depannya dan tak berniat mengangkat wajahnya. "Bagus karena kau sudah bangun." Suaranya tajam tapi tak menghilangkan kesan tegas dalam setiap pengucapannya. Menghempaskan pantatnya disebuah

