Amora berjalan menuruni tangga dan berlalu masuk ke arah dapur. Waktu sudah menunjukkan pukul tujuh malam. Sejak bangun tadi, Amora tak melihat keberadaan Xander di kamar ataupun di ruangan lain. Entahlah. Hatinya belum siap bertemu Xander. Seakan-akan rasa sakit itu kembali menguar. Dan juga, Xander tak menjelaskan sama sekali perihal kejadian siang tadi. Meski Amora tahu, Xander takkan mengetahui. Seharusnya Amora bertanya. Agar tak saling diam dan salah paham. Namun hatinya menolak. Hatinya belum siap menerima kenyataan jika pada akhirnya itu benar. Akan semakin membuatnya hancur. Menjaga jarak dari Xander mungkin bisa memberinya ketenangan. Agar emosinya tak memuncak dan berakhir dengan pertengkaran. Amora tak menyukai hal sekecil apapun itu jika sudah menyangkut paut dengan keribu

