Viona menyeret kakinya masuk ke dalam rumah. Melihat mie sebanyak itu, membuat kakinya terasa lemas seketika. Axel yang sudah menyelesaikan pembayaran, segara masuk. "Kenapa masuk duluan? Kamu tidak suka dengan hadiah yang aku beri?" tanya Axel, menghampiri Viona yang tengah duduk di sofa empuk. "Hadiah sih hadiah, tapi kalau sebanyak itu. Tau ah, aku tidak bisa memikirkannya!" Viona memijat kepalanya. "Tenang saja, kamu tidak makan itu sendiri. Aku akan membantu kamu menghabiskannya. Setelah aku pikir-pikir, enak juga. Cocok sekali kalau kita sedang malas makan yang lain, kita bisa makan mie itu saja. Anggap saja stok makanan kita," jelas Axel. "Ini bukan masalah makan sendiri atau berdua. Satu kampung pun makan mie sebanyak itu juga tidak mungkin habis. Sekarang, mana mie nya? Apa s

