Bab 26 Setelah sampai di bangunan yang begitu besar dan luas, sebelum turun dari mobil, Papa menghubungi seseorang melalui ponselnya. Tidak begitu lama ada sosok pria berbadan tambun menghampiri Papa. Entah membicarakan apa, aku tidak mendengar sama sekali. Aku hanya melihat Papa berulang kali menganggukan kepalanya. Papa menghampiriku di mobil. “Bawa tas ransel itu sekarang, kita masuk ke dalam.” Ucap Papa dengan suara tegasnya. Tanpa menjawab Papa, aku mengambil tas ransel yang Papa maksud di kursi penumpang paling belakang. Aku mengikuti Langkah Papa di belakang. Ketika masuk kami di sambut oleh pria tambun yang tadi menemui Papa. “Pak Sapto, saya nitip anak nggak tau diri ini. Tolong bina dia, harapan saya, ini terakir kali nya saya membawa anak ini kesini, Pak.” Ucap Papa kepada pr

