Mereka melewati jembatan yang menjadi sarana untuk pergi ke gedung utama rumah sakit di mana daerah itu sama sekali tidak terdampak pemadaman listrik. Regan menghela napasnya lega, setidaknya sesampainya mereka di sana, Regan tidak perlu lagi memeluk Anna seperti ini dan dia bisa terbebas darinya. “Anna,” panggil Regan ketika mereka sudah berada di koridor yang terang. “Anna.” Regan memanggilnya lagi karena Anna sama sekali tidak menjawab. Akhirnya, Regan membuka jasnya dan mendapati Anna hanya menundukkan kepalanya seraya memajaman matanya rapat-rapat. “Anna, it’s fine. Kita tidak lagi di tempat yang gelap.” Regan menepuk pelan pundak Anna. Anna membuka matanya perlahan, kemudian dia mengalihkan pandangannya ke arah jembatan dan bangunan yang sebelumnya mereka lewati. Astaga, se-gelap

