Chapter 19

1252 Kata

“Ayo.” Zee sedang membereskan meja kerjanya ketika Regan menghampirinya seraya membuka jas-nya di depan Zee. Sungguh keterlaluan! Bagaimana jika ada karyawan lain yang melihat dan berpikiran macam-macam?! Regan memang kurang ajar. Namun tentu saja, Zee hanya mengutarakan itu di dalam kepalanya—dia sudah terlalu malas untuk mengatakan kekesalannya pada Regan karena dia tahu, Regan hanya akan membalasnya dengan senyuman miringnya dan itu akan semakin membuatnya kesal. Zee berdecak. “Apa kamu tidak lihat? Aku masih harus membereskan mejaku,” gerutu Zee, untungnya saja karyawan lain sudah pulang mengingat kini sudah jam enam sore dan kantor sudah agak sepi, karena jika tidak, Zee akan menjadi perbincangan—mengingat gaya bicaranya yang lancang pada bosnya sendiri. “Aku akan menunggu,” ucap Re

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN