Dinar membunyikan klakson begitu dia tiba di rumah Natalie. Diambilnya kunci klinik dari tasnya untuk diberikan kepada Dinar. Dengan langkah terburu-buru Natalie bergegas keluar untuk menemui bosnya itu. Sebenarnya Natalie tak ingin membiarkan Dinar sendirian datang lebih pagi di klinik. Namun Natalie juga belum bersiap-siap. Natalie butuh waktu untuk mandi dan bersiap-siap sebelum berangkat kerja menemani Dinar di DMR Skincare. “Lu, gak mau turun dulu Din?” tanya Natalie begitu dia sampai di depan rumahnya. “Gak deh, gue buru-buru nih. Lu belum mandi ya?” ejek Dinar. “Ya belum lah, masih ngantuk malah gue. Ngomong-ngomong lu ngapain sih ke klinik pagi-pagi begini? Bukannya waktu ketemu customer Juwita masih ada satu setengah jam lagi?” selidik Natalie. “Ada sesuatu yang mau gue pe

