Ternyata , pak Harun bukankah hanya seorang penjual warung sederhana, ia adalah putra seorang pengusaha sukses yang telah Lama meningal dunia . karena suatu perselisihan keluarga pak Harun memutuskan hubungan dengan keluarganya. ia menyembunyikan kekayaannya , melindungi Aisha dan Bu Aminah dari gemerlap dunia yang menurut nya penuh tipu daya .
warisan yang di terima keluarga Aisha sungguh fantastis. Rumah mewah, mobil - mobil mewah , perusahaan besar, dan rekening bank yang jumlahnya membuat Aisha pusing tujuh keliling . dunia yang selama ini ia kenal berubah 180 derajat .
" saya hanya ingin kalian hidup tenang, tanpa terjerat dunia yang penuh tipu daya", kata pak Harun suatu malam, menatap Aisha dan Bu Aminah dengan wajah serius". Dunia itu ... bukan tempat yang ramah , terutama bagi orang yang mudah silau harta ".
Aisha menatap ayahnya , masih belum percaya ." jadi ... selama ini ayah sebenarnya kaya ? tanya nya pelan.
pak Harun mengangguk pelan." kaya , tapi tidak bahagia . karena itu ayah memilih hidup sederhana."
Namun, keputusan itu tak lagi berlaku saat sebuah surat dari notaris datang ke rumah mereka . surat warisan dari kakek Aisha yang berisi fakta mengejutkan : pak Harun tetap tercatat sebagai ahli waris sah dan kini hak itu di wariskan kepada Aisha .
warisan itu bukan main - main . Vila mewah di tengah kota , deretan mobil mewah di garasi , perusahaan besar dengan ratusan karyawan , dan rekening bank dengan saldo yang membuat kepala Aisha pusing . Dunia yang selama ini hanya ada dalam mimpi , kini menjadi nyata di depan matanya .
" ini bukan hanya soal menerima harta ," kata pak Harun sambil menyerahkan surat itu ke tangan Aisha ," ada syarat, Nak."
Aisha membaca isi surat dengan tangan gemetar. ia harus memimpin salah satu anak perusahaan selama setahun penuh. jika gagal , semua warisan akan jatuh ke tangan paman Surya - saudara sepupu pak Harun yang terkenal licik dan kejam di dunia bisnis .
" paman Surya ?" Aisha berbisik , matanya membesar . ia pernah mendengar nama itu, seorang pebisnis yang tak akan segan menyingkirkan lawannya dengan cara apa pun .
pak Harun mengangguk ." Dia ingin warisan ini sejak lama . kalau kamu mundur , dia akan mendapatkan semuanya ."
Bu Aminah meraih tangan Aisha." Nak, ibu percaya kamu bisa. tapi ... kamu yakin mau masuk ke dunia mereka ?"
Aisha menarik napas dalam - dalam . ini bukan hanya tentang kekayaan . ini tentang menjaga nama baik keluarga nya , dan melindungi semua yang telah di wariskan dengan susah payah.
" aku ... akan mencoba , Bu. aku tidak akan membiarkan orang jahat mengambil hak kita ," jawab Aisha mantap.
Di saat itulah , Aisha tahu hidupnya tak akan pernah sama lagi . Dunia sederhana yang selama ini ia kenal , kini telah berubah 180 derajat. dan dirinya gadis remaja biasa harus belajar menghadapi dunia bisnis , penuh intrik dan persaingan.
*****
Beberapa mingu telah berlalu sejak percakapan malam itu . Aisha mulai membiasakan diri dengan dunia yang dulu sama sekali asing baginya . ia mulai belajar bisnis dari ayahnya , bagaimana cara menghadiri rapat bisnis , cara mengamati seseorang bernegosiasi dan mendengarkan istilah - istilah yang sebelumnya hanya terdengar di berita , berkenalan dengan orang - orang yang selama ini hanya ia kenal dari berita .
walau pun pak Harun sudah lama tidak terjun langsung ke dunia bisnis , dan perusahaan. tetapi dia yang lahir dari keluarga pengusaha dan pebisnis hebat , masih tau bagaimana seorang pemimpin menghadapi dunia bisnis .
Namun , satu hal yang paling mengejutkan datang ketika ibunya menerima undangan resmi dari keluarga besar ayahnya terutama dari pak Rolan, kakak ayahnya yang di kenal sebagai figur paling berpengaruh di keluarga .
" Apa kita benar - benar akan ke rumah kakek , Bu?" tanya Aisha suatu malam. di matanya , tersirat keraguan dan rasa takut . ia mengingat pernyataan ayahnya beberapa waktu yang lalu . bahwa keluarga besar ayahnya termasuk paman Surya - sepupu pak Harun pernah menjauhkan ayahnya karena perbedaan prinsip dan masalah warisan .
yang membuat Aisha Tamba takut adalah kenapa cuman dia dan ibunya yang di undang , kenapa ayahnya tidak .
Ibunya menatapnya lembut, lalu menggenggam tangannya." iya,Nak. ada saatnya kita harus berdamai dengan masa lalu . keluarga tetaplah keluarga, ini bukan hanya soal harta, tapi tentang menyambung kembali silaturahmi yang pernah putus."
*****
Hari yang di nanti pun tiba . pagi itu Aisha dan ibunya berdiri di depan rumah besar milik kakek nya. bangunan megah bergaya klasik itu berdiri kokoh. jauh berbeda dari rumah sederhana tempat mereka tinggal selama ini . Ada rasa canggung dan juga gugup di d**a Aisha .
saat mereka melangkah masuk , suasana terasa hening , beberapa orang dari keluarga besar memandang mereka dengan sorot mata yang sulit di tebak . Namun, Taka lama kemudian , seorang pria paruh baya dengan postur tegap menghampiri . dialah pak Rolan.
" kalian akhirnya datang ." suara nya dalam , tapi tidak terdengar dingin . ada ketulusan yang samar ." sudah terlalu lama kita tidak bertemu karena kesalahpahaman ," ucap nya . ia menatap begitu salam Bu Aminah .
Deg...
"apa , maksudnya " batin Aisha.
Ibunya Aisha membalas dengan anggukan hormat." kami datang bukan untuk menuntut apa pun, tapi untuk memperbaiki yang rusak ... dan menjaga apa yang memang menjadi tanggung jawab keluarga kita bersama ."
Pak Rolan menatap Aisha lama , sebelum akhirnya mengangguk." Aku melihat keberanian ayahmu dalam dirimu . dunia bisnis ini keras , tapi kalau kalian mau berjuang ... aku siap membuka pintu."
Di saat itu , Aisha merasa dadanya menghangat . ia tidak tahu apa yang akan terjadi selanjutnya , tapi ia yakin suatu hal keluarganya kini tak lagi sendiri . mereka bukan lagi orang luar .
pertemuan itu menjadi awal dari babak kehidupan Aisha . mereka memutuskan untuk kembali ke lingkaran keluarga pak Harun . tidak mudah memang , karena masih ada beberapa anggota keluarga yang memandang mereka sebelah mata .
Namun, bagi Aisha, ini bukan lagi tentang di terima atau tidak . ini tentang memilih untuk berdiri dan berjuang .