Layaknya isi bensin, Alinka seperti memulai kehidupan barunya dari awal. Tinggal terpisah dengan Yola, membuat dirinya dilema. Terbiasa menjalani hari-harinya dengan Yola membuat hatinya hampa. Di saat Yola dan Tirta sedang menikmati madunya menjadi pasangan sah, Alinka Hermawan harus melawan hatinya. "Come on Alin, kamu pasti bisa." Mengusap air matanya yang sudah menggenang, sambil menunggu Nina yang sedang membersihkan dirinya, Alin menatap langit malam yang bertabur bintang. Apartemen mewah yang diberikan oleh Tirta memang tidak mampu mengobati luka hatinya, namun dijadikan tempat pelariannya malam ini. Banyak hal yang sudah ia rencanakan untuk kedepannya, Alin tidak boleh rapuh di depan orang lain. Seperti janjinya kepada Nina, ia hanya boleh menangis di depan managernya itu. "Dia

