15. Menaruh harapan

1538 Kata

Jangan lupa bahagiaaaa :))) Tinggalkan jejak di cerita ini, ya. Terima kasih. Bagi yang tidak bisa membaca bab ini, silahkan baca ke www.dreame.com, ya ** "Kamu nggak berminat punya pacar?" tanya Kiano tiba-tiba di tengah perjalanan. Ia juga sengaja mengurangi kecepatan mobilnya demi mengulur waktu agar bisa lebih lama bersama Nanaz. Nanaz menolehkan wajahnya, alisnya terangkat. "Hah? Bapak nanya saya?" "Ya iyalah, memangnya selain kamu di sini ada siapa lagi?" Nanaz cengengesan, lalu menjawab pertanyaan Kiano yang tadi, "Saya tuh bukan nyari pacar lagi, Pak. Tapi, suami." "Memangnya, kamu sudah bisa move on dari masa lalu kamu?" tanya Kiano berhati-hati. Ia takut kalau pertanyaannya itu malah membuat Nanaz sedih maupun marah. Karena ia sendiri tahu itu pertanyaan yang sensitif. "

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN