40. Sepenggal kisah masa lalu bagian 2

1930 Kata

**** “Ya ampun!” seru Nanaz dari balik jari-jari yang menutupi bibirnya. Ia lantas menoleh sekeliling. Semua orang kini sedang menatapnya dengan pandangan aneh. Nanaz lalu berdiri tegak, hendak berjalan mendekati Kiano yang berdiri diam beberapa meter darinya. Nanaz berjalan sempoyongan, lalu terjatuh bertekuk lutut di depan Kiano. “Maaf, maaf, aku nggak sengaja,” racau Nanaz kemudian. Kiano mendekatinya dan membantu Nanaz berdiri. “Kamu kenapa?” tanya Kiano penuh perhatian. Nanaz memberengut. “Aku nggak kenapa-kenapa, kok. Oh, iya, udah ketemu belum cincinnya?” Kiano menggeleng, ia masih menatap Nanaz dengan lekat. Nanaz bergerak gelisah, ia lalu menunduk, mencari-cari cincin yang tadi tidak sengaja dijatuhkannya. Beberapa orang melangkah mundur ketika Nanaz bergerak mendekat. Nanaz

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN