Tidur Cella terganggu saat merasakan benda kenyal mencumbu bibirnya berulang kali, dan sesekali melumatnya. Ketika matanya terbuka perlahan, pandangannya terhalang oleh minimnya pencahayaan di dalam kamar, karena tidak ada lampu satu pun yang dinyalakan. Cella tahu pemilik dari benda kenyal itu, yang tak lain suaminya sendiri. Di tengah-tengah menikmati cumbuan, dan lumatan suaminya, Cella merasakan kekesalan karena belum puas melepas lelah sudah dibangunkan. "Tidak bisakah kamu menahannya hingga esok?" ketus Cella. Albert menghentikan cumbuannya karena sang istri sudah berhasil dia bangunkan. Albert menyalakan lampu di nakas sebelah ranjangnya, "Tentu saja bisa, Honey. Aku sengaja membangunkanmu dengan cara seperti itu karena dari tadi aku kesusahan membangunkanmu," jujur Albert sambil

