Mansion Alvarendra | 10.30 am "Halo, Ma! Percuma, Ma, karena Kak Rafa sudah menikah dengan perempuan itu!" "Apa? barusan tadi kamu bilang apa Retno? Rafa sudah menikah? Kapan?" "Iya, benar, Ma! Aku kesel banget tau nggak sih? kesel! kesel! kesel!." "Retno! yang sabar dong sayang! Apakah cuma ada Rafa pria di dunia ini, hmm? Sudah tidak ada lagi pria lain?" "Aku maunya cuma Rafa ma! titik ga pake koma!" "Iya! iya deh.. terus..-" "Auk ah! aku males mau curhat sama mama!" Tut! Retno menutup sambungan telepon dengan sang mama, Briana, lalu melemparkan ponselnya ke sembarang arah. "Keterlaluan! Tega sekali Tante Tiwi menyuruh aku menempati kamar bekasnya Jessica. Tapi tenang saja, aku akan berpura-pura bodoh dan membalas semuanya dengan caraku sendiri," gumam Retno, kilat amarah terpa

