"Aarrgghh ...!" Flo begitu terkejut. William sudah berada di atas tubuhnya, menggesek-gesekkan miliknya. Meskipun masih ditutupi kain penutup, Flo dapat merasakan. "Berisik sekali kamu," tegurnya. "Wajar saja! Anda menyerang aku tiba-tiba. Bikin kangen saja," sahut Flo ketus. "Apa kamu lupa dengan perjanjian kita?" katanya sembari melepas kain yang tersisa begitu saja. Dia juga menyuruh Flo melepaskan kain yang tersisa menempel di tubuhnya. "Tidak lupa. Hanya saja Anda melakukannya secara tiba-tiba. Aku ingin mandi dulu. Tadi, saat sampai di Mansion. Aku langsung tidur. Anda pun, pasti baru saja sampai. Sebaiknya kita mandi dulu," jawab Flo. "Ya sudah, kita mandi bersama," ucap William membuat mata Flo membulat sempurna. "Mengapa kamu terkejut? Memangnya, ada yang aneh," sindirnya.

