Part 2

266 Kata
Part 2 "Maaf Nona aku tidak pernah menerima kata penolakan.."jawabnya dengan penuh angkuh dan senyum menjengkelkan. "kau ini,ini sama saja dengan pemaksaan" sambil memukul lengan kiri Javier , "jadi apa jawaban mu nona ,apakah kita akan menjadi bahan tontonan orang lebih lama lagi "?. Elena hanya memutar bola matanya "aw javier turunkan aku ".sambil memukul bahu Javier yg tiba tiba mengangkat nya sambil berputar putar. Tak ayal mahasiswa lain bertepuk tangan ,bersiul ,besorak karna menghebohkan siang mereka. "Itu baru wanitaku " menurunkan elena dengan perlahan . elena meringis "lain kali jangan mengejutkan ku jav ",memukul pundak Javier. "apakah sepusing itu?hahaha ,terima kasih sayang sudah memberi ku kesempatan " "Kau tau aku bahagia sekali ternyata perasanku tidak bertepuk sebelah tangan "aku Javier "Aku lapar ,ayo kita makan "ajak elena. Harapan dan angan elena rasanya seperti mimpi pria yang saat ini menggenggam tangannya menuju kantin terasa hangat,dia berharap hubungan mereka sampai ke jenjang yang lebih serius ,walau banyak yang berita yang beredar ,Javier ada lah pria kurang romantis kaku serta pria dingin. Tapi semua itu terpatahkan hari ini dari caranya menyatakan perasaannya pada elena dan Javier membuktikan dia tidak seperti berita yang beredar. Dengan senyum yang merekah mereka berjalan beriringan tanpa memperdulikan tatapan mahasiswa yang lain. "Kau ingin makan apa hari ini sayang " tanya Javier "Nasi goreng saja jav " . Javier mengangkat sebelah alisnya "Apakah itu makanan favoritmu ? Aku perhatikan setiap kita makan ,kau akan memesan itu " "Benar jav dan minumannya s**u coklat dingin ,itu paduan yang pas " kata elena sambil menyengir "Baiklah ini akan ku ingat sayang" Javi dan elena saling tersenyum.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN