Demi menuntaskan rasa penasarannya, Sachiko memilih untuk mengambil libur kerja pada hari ini. Dia ingin menghadiri undangan lamaran atas nama kekasihnya. Semua akan lebih jelas jika dilihat dengan mata kepala sendiri. Sebab, ucapan seseorang saja tak bisa seratus persen dipercaya. Sachiko memakai gaun merah maroon yang dia punya sejak dahulu. Berpenampilan sederhana dan tanpa make up, wanita itu begitu percaya diri datang ke Javanine resto mengendarai sepeda motor. Sesampainya di tempat parkir, Sachiko tak melihat kendaraan roda dua satu pun. Tapi di sana sudah penuh dengan mobil yang sepertinya tamu undangan pada acara yang diselenggarakan di dalam restoran tersebut. Sachiko segera masuk ke dalam Javanine resto. Hatinya saat ini sedang berdebar seiring kaki melangkah. Helaan napas pun
Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari


