29 B Sebelum Kembali

1135 Kata

Raihan mengulum senyumnya. Untunglah mereka sudah tiba di pelataran parkir Pusdiklat yang sudah dipenuhi mobil penjemput peserta yang akan kembali ke tempat tujuan masing-masing. Ada yang hanya di sekitaran Jogja, atau juga di luar provinsi seperti Anggie. "Itu Mirza, kan?" Kata Raihan menunjuk ke satu arah. Anggie masih harus menoleh kiri-kanan agar tahu dimana posisi abangnya, sementara Raihan yang berpostur lebih tinggi tidak kesulitan mencarinya. "Bang Maiza, mas Raihan." Anggie meralat. Raihan mengangguk. "Iya, Maiza." Anggie tersenyum. "Tuh, kan. Bisa kok. Lagian masih cemburuan, ih." "Kamu juga masih cemburu sama Siwi." Anggie langsung cemberut. "Itu nama yang diharamkan disebut dimuka Anggie ya, mas. Jangankan disebut, dibahas, dipikir juga diingat, nggak boleh. Kalo masih

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN