51 Bulan Madu

1277 Kata

Ketika sentuhan lembut dari jemari Raihan mengenai pipinya, mata Anggie yang sebelumnya tertutup perlahan terbuka. Yang pertama dilihatnya adalah wajah suaminya, tentu saja. Kemudian beberapa detik sesudahnya, matanya mulai menjelajah kesekelilingnya. Setelah beberapa saat merasa bingung, Anggie kembali memalingkan perhatiannya pada Raihan. Saat pria itu tersenyum, otomatis Anggie langsung menutupi wajahnya dengan selimut. Sayang usahanya kalah cepat dibandingkan suaminya yang langsung menarik selimut itu hingga wajah Anggie kembali muncul. Dengan cepat Anggie menutupi mulutnya. "Kenapa?" Tanya Raihan, bingung. "Mulut Anggie bau jigong. Jangan deket-deket." Raihan tertawa. Ia kemudian mengecup ujung hidung istrinya dengan penuh kasih sayang. Senang rasanya berganti status dari calon

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN