Anggie melirik jam tangannya. Waktu break sore mereka sudah habis. Lalu ia menoleh pada kedua rekannya. "Mau masuk kelas lagi?" Tawar Anggie. Keduanya mengangguk. Malamnya, setelah puas beristirahat, Anggie menelepon emaknya, hanya beberapa menit karena sang emak ternyata sedang menghadiri acara pengajian salah satu tetangga mereka. Sehingga Anggie menghela napasnya. Ia nyaris menangis saat sang emak menyuruhnya mematikan teleponnya. "Anggie rindu emak." "Iya, emak juga rindu sama anak bontot yang paling cakep sekelurahan, Anggie Abdullah yang cantik." Air mata Anggie menetes. "Emaaak..." ia mencoba tersenyum. Tapi air matanya tambah deras mengucur. "Mau video call." "Hush, ntar yang ada lu tambah mewek." "Siti Syaripah, kejem banget sama anak perawan satu. Anggie udah enam hari n

