"Bentar lagi kan balik. Belajar yang bener. Anak emak yang cantik pasti bisa, ya?" Anggie mengangguk. "Ntar kalo balik, mau dimasakin apa?" Tanya emak. "Apa aja." "Batu rebus?" Kata emak. "Tega banget." Anggie protes, membuat emaknya tertawa. "Nanti elu balik, kita kepasar ya. Pilih semua yang ada dipasar, kita masak. Tapi elu yang bayar." "Yaaaaelaah, emak sama bang Akbar sama aja. Ini kenapa pada minta traktir Anggie sik? Masih tanggungan emak abah dunia akhirat, nih." Raihan yang dari tadi menyimak obrolan emak anak itu kembali tertawa. Walau kesempatan berbicara dengan Anggie tidak terlalu banyak, seperti biasanya, namun ia bisa membedakan nada bahagia yang terdengar dari loud speaker ponselnya. Nada itu nyaris tidak terdengar selama beberapa hari mereka berpisah walau Anggie

