Anggie tertawa. "Sarap darimananya, sih? Emak aneh, anak sendiri dikata sarap." Protesnya. Emak tertawa. "Iya, kaga sarap. Suka ngebanyol doang, kok." "Abah sama emak sudah setuju misal Rehan ngelamar Anggie. Dia udah ngadep emak sama abah, udah minta restu segala. Tinggal elunya gimana?" Anggie terdiam. Tidak menyangka akan mendapatkan pertanyaan seperti itu dari orang tuanya. Usapan lembut sang emak di rambutnya menyadarkan Anggie. "Anggie nggak tahu." "Kok nggak tahu? Masih mikirin Bhumi?" Tanya emak. "Bukannya kemaren ada heboh, di tipi, itu elu kan yang nonjok mukanya?" Anggie mengangguk. "Bukan masalah Bhumi." "Terus masalah apa? Anggie udah dua puluh lima. Calon suami sudah ada. Anggie juga udah kerja. Anak emak mau cari apa lagi, sih? Nggak kasian sama emak abah, kalo n

