Aneh

1134 Kata
Gua yang melihatnya langsung menutup mata karena takut namun, ternyata Fikri tidak memukul dia justru mengatakan hal yang tidak gua pikirkan sebelumnya. "Lu cantik, sepertinya kita pernah ketemu namun, lu gak sadar kalau saat itu gua yang ada di hadapan lu,"kata Fikri sambil menarik hidung gua. Setelah mengatakan hal itu Fikri langsung pergi meninggalkan kelas bersama geng motor mysterio begitu juga dengan Mike yang sudah pergi duluan namun, sebelumnya dia menghampiri dosen dan meminta maaf karena sudah membuat kerusuhan dikelas gua. Gua yang mendengarnya dan mengalaminya berasa bingung dengan sikap anehnya. Gua juga tidak tau sekarang apa yang harus gua lakukan kejadian tadi benar-benar mengejutkan dan sikapnya benar-benar menyebalkan. Gua sama Fikri kembali saling menatap. Gua berfikir dia bakal memukul gua seperti apa yang gua lakukan kepada teman-temannya, gua yang kesal langsung menantang nya. "Apa lu ngelihat gua kaya gitu, lu mau gua pukul juga kaya temen-temenlu sini pukul gua,"kata gua sambil memegangi pipi gua. Fikri yang melihat dan mendengar langsung tersenyum dan mengepalkan tangan kanannya. Amel dan teman-teman gua yang lain langsung pada ketakutan, secara di depan gua adalah Fikri ketua geng motor mysterio yang merupakan geng motor cukup disegani di sini. "Putri, udah lu minta maaf aja, Amel takut nanti lu kenapa-kenapa."kata Amel dengan nada yang panik. "Enggak selow aja mana berani dia mukul gua."kata gua. Suasananya semakin menegangkan dan Fikri langsung menghela nafasnya dan mengangkat tangannya dan mengarahkan tangannya kedepan muka gua. Gua yang melihatnya langsung menutup mata karena takut namun, ternyata Fikri tidak memukul dia justru mengatakan hal yang tidak gua pikirkan sebelumnya. "Lu cantik, sepertinya kita pernah ketemu namun, lu gak sadar kalau saat itu gua yang ada di hadapan lu,"kata Fikri sambil menarik hidung gua. Setelah mengatakan hal itu Fikri langsung pergi meninggalkan kelas bersama geng motor mysterio. Begitu juga dengan Mike yang sudah pergi duluan namun, sebelumnya dia menghampiri dosen dan meminta maaf karena sudah membuat kerusuhan dikelas gua. Gua yang mendengarnya dan mengalaminya berasa bingung dengan sikap anehnya. Gua juga tidak tau sekarang apa yang harus gua lakukan kejadian tadi benar-benar mengejutkan dan sikapnya benar-benar menyebalkan. Anak cewek kelas justru semakin sinis menatap mungkin karena tadi Fikri bilang gua cantik, bagi gua mungkin biasa aja namun, mungkin untuk yang lain itu istimewa. Maklum aja dah Fikri kan menjadi idola kampus jadi wajar aja kalo banyak yang cemburu. Fikri dan geng motor mysterio langsung pergi meninggalkan kelas dan berjalan mengarah ke kelas mereka. Btw kelas dia berada dibelakang kelas gua, jadi otomatis pasti sering bertemu dengan anak itu. Di sisi lain anak-anak geng motor mysterio bertanya-tanya kenapa Fikri bersikap seperti tadi. Karena tidak seperti biasanya dan Fikri sangat dikenal keras dan galak kepada siapapun bahkan sadis kepada lawan-lawannya. Di mobil Amel mengingatkan gua untuk berhati-hati karena yang kita hadapi adalah anak geng motor mysterio. "Putri, tapi lu harus tetap hati-hati tau sendiri bagaimana Fikri dan geng motor mysterio."kata Amel. "Iyah Amel Putri juga tau, tapi tadi gua bingung sama sikapnya Fikri kok dia bisa baik kaya tadi."kata gua. "Iyah sih, Amel juga bingung mungkin dia suka kali sama lu."kata Amel. "Ah, suka Ama gua ya kali cowok kaya gitu bisa suka sama gua."kata gua. "Iya sih, apalagi cewek kaya lu ya."kata Amel sambil tertawa. "Maksud Amel hmmmmmmm,"kata gua sambil menatap sinis kearahnya. Amel yang melihatnya langsung tertawa. Tapi omongan Amel jadi kepikiran sama gua apa iya Fikri suka sama gua, menurut kalian gimana. Gua dan Amel langsung pergi ke bengkel dulu untuk membenarkan spion gua yang kacanya pecah. Ketika kita menuju ke bengkel tiba-tiba gua kembali bertemu dengan geng motor Devil Army yang membuat kaca spion gua pecah. Gua yang melihatnya langsung menghampirinya dan memintanya ganti rugi. Amel yang melihatnya langsung menahan gua dan memarahi gua karena kembali berurusan dengan anak geng motor lagi. "Putri lu mah, masalah sama geng motor mysterio aja kita belum selesai tolong jangan bikin masalah lagi dah!"kata Amel dengan nada kesal. "Iyah, kan gua cuman minta ganti rugi Mel, lumayan tau buat ganti kaca spion yang pecah."kata gua. "Iyah tapi masalahnya lu kan tau siapa yang kita hadapi."kata Amel dengan nada yang panik. Gua yang mendengarnya tetap tidak peduli dengan ucapannya Amel. Selama gua rasa gua benar kenapa enggak ya kan. Gua langsung menghampiri mereka dan meminta ganti rugi. "Permisi, maaf bang gua minta ganti rugi dong karena tadi salah satu anak buah lu nabrak kaca spion mobil gua sampai pecah."kata gua dengan nada yang lembut. Anak geng motor Devil Army yang mendengarnya langsung menatap ke arah gua, dan salah satu dari mereka sepertinya adalah ketuanya. Namun, bukannya ganti rugi malah anak-anak geng motor ini menggoda gua. Gua yang juga bisa bela diri langsung mencoba melindungi diri dari mereka, sedangkan Amel seperti membantu gua juga dengan doa tapi bukan berantem. Gua pun bertarung dengan mereka namun, lama kelamaan gua mulai kewalahan secara mengejutkan Fikri datang dan membantu gua. Gua cukup terkejut dan terdiam karena Fikri yang tiba-tiba dateng dan membantu gua. Namun, ada yang lebih mengejutkan yaitu gaya bertarungnya dan kemampuan bela diri yang menurut gua cukup baik kita berdua bertarung melawan geng motor Devil Army. Kita berdua akhirnya berhasil mengalahkan mereka semua gua yang melihatnya langsung berterimakasih dengan Fikri karena sudah membantu gua. Namun, Fikri justru cuek menyikapinya setelah bertarung dia langsung menaiki motornya dan pergi sebelumnya mengedipkan matanya ke gua menandakan kalau dia menghargai gua. Gua akhirnya berhasil mendapatkan duit ganti rugi dari geng motor Devil Army. Kita berdua langsung menuju ke bengkel tapi jujur gua jadi takut kalau geng motor Devil Army bakalan memiliki dendam dengan gua karena tadi menyerangnya. Gua tetap berusaha untuk tenang walaupun gua tau bakalan ada resiko yang bisa saja membahayakan nyawa gua nanti, tapi gua berusaha untuk tetap tersenyum dan menyembunyikan ke khawatiran gua dari Amel. Walaupun sudah gua tutupin namun, sepertinya ekspresi gua gak bisa di bohongi gua tetap terlihat khawatir dan Amel menyadari itu. Amel yang melihatnya langsung bertanya kepada gua ada apa. "Putri lu kenapa kok dari wajah lu, lu kelihatan kaya banyak pikiran lu mikirin apaan gelisah gitu mukanya lecek banget kaya kembalian gorengan."kata Amel dengan nada bercanda. "Hehehehe gak kok Mel, masa muka gua kaya kembalian gorengan berminyak dong."kata gua. "Oh salah ya, harusnya kembalikan perasaan nya kepada ku."kata Amel sambil tertawa. "Dasar bucin."kata gua. Kita berdua akhirnya tiba di bengkel. Sambil menunggu mobil dibetulin melihat ada cafe yang dekat situ kita langsung pergi ke cafe untuk mengisi perut kempes ini. "Amel itu ada cafe kesana yuk,"kata gua sambil menarik tangannya. "Iyah, aduh Putri jangan main tarik aja kebiasaan."kata Amel. Gua dan Amel tiba di cafe. Ketika di cafe gua bertemu dengan Laila yang merupakan sahabatnya Fikri di kampus, gua langsung memanggilnya dan mengajak ngobrol. "Hallo Laila kan?"tanya gua. "Iyah gua Laila, ada apa ya?"tanya Laila. Namun, disaat gua baru mau bicara Amel memotongnya dan mengatakan kalau gua ingin tahu tentang sikapnya aslinya Fikri dan kenapa sikapnya Fikri aneh.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN