"Bagaimana perasaanmu sejak awal menikah dengan Pram? Apakah kamu terpaksa?" tanya Harmoko kepada Sania. Pria itu benar-benar ingin meluruskan semuanya. Sebab terlihat jelas di mata wanita itu bahwa bukan Pram yang ada di hatinya. Namun, Saka sang adik ipar. Harmoko tidak mau kejadian pemukulan di antara kedua anaknya terulang lagi gara-gara seorang wanita. Sania membuang napas dengan kasar. Ia masih menunduk karena tidak tahu harus berkata apa pada sang mertua. Ya, ia memang tidak cinta pada Pram. Pernikahan mereka memang atas dasar saling membutuhkan. Namun, makin ke sini, semuanya makin berantakan. Pram yang ternyata memiliki kekurangan yang memang membuatnya susah mendapatkan keturunan, dan Sania yang kemudian malah jatuh hati pada sang adik ipar. Ini jelas salah dan Sania tak tahu

