Elena merasa kedua kakinya semakin melemas saat ini. Kedua tangan kekar merengkuh pinggangnya semakin erat, membawa tubuh wanita itu mendekat. Otak jenius sang wanita terasa kosong ketika Daviant semakin memojokan dirinya diantara pilar besar mansion. Elena tak pernah membayangkan bahwa akan ada momen dimana pujaan hatinya menanamkan kuasa penuh pada belah bibirnya yang telah lama merindu. Sang wanita membuka mata pelan dan mendapati bagaimana raut Daviant begitu terlihat menikmati saat ini. Mata lelaki itu menutup, dengan bibir yang tak henti mengecupi setiap sudut bibir tipis wanita di depannya. Apakah jantung pemuda itu sama berdegupnya seperti jantung Elena saat ini? Apakah Daviant merasakan hangat yang sama seperti yang Elena rasakan? Elena semakin mengeratkan rengkuhan lengannya

