Bab 56

1857 Kata

Keylani tengah berdesakan dengan beberapa karyawan lain saat ini. Kasihan sekali tubuh mungilnya yang harus terdorong-dorong maju untuk mengantri giliran absensi pulang. Namun biar dirinya sudah terhimpit begitu, tawa ceria gadis tersebut tetap terdengar ketika diajak bercanda oleh Rena. Ketika hampir gilirannya untuk menempelkan jari di mesin absen, Jevan si store manager menepuk puncak kepala si gadis mungil pelan. “Pulang bersamaku. Tunggu di parkiran No.9, okay lil bunny?” Keylani merengut tak terima. Bagaimana bisa Jevan memanggilnya dengan sebutan sedekat itu disaat banyak karyawan di sekeliling mereka. Untung saja suara si pria tak cukup terdengar karena suasana ribut di pintu karyawan. Mata jernih milik Keylani langsung mendelik menatapnya, “Aku masih punya kaki. Kau tidak perlu

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN