Bab 12

1859 Kata

Bel pulang telah berbunyi hampir sepuluh menit yang lalu, dan Keylani masih saja terjebak di ruangan ini dan tengah mengepel lantai kelasnya. Ia bersama tiga orang temannya mendapatkan tugas piket hari ini, menyebalkan sekali ditambah kenyataan bahwa Daviant bisa saja tengah menunggunya saat ini. Mereka berjanji untuk saling menunggu di gerbang depan. Namun salahkan naluri pelupa miliknya, ketika Ia buru-buru beranjak keluar setelah kelas usai tadi si ketua kelas yang merupakan tetangga satu desanya menarik tali tasnya guna menunjukkan jadwal piket hari ini dan dengan tidak beruntungnya terdapat namanya disana. Mekipun Keylani memberikan tatapan memohonnya pada Rizky sang ketua kelas, Ia tak bisa kabur lagi. Membuatnya menggerutu kesal dan terpaksa melaksanakan tugasnya dulu. Hampir dua

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN