Bab 38

1172 Kata

Gemerisik air hujan terdengar bersahutan mengetuki kaca jendela kamar. Sesekali dapat terlihat juga, kilat cahaya mengerikan memancar bergantian di langit yang berselimut gelap. Pagi itu masih sama, hujan lebat masih turun begitu derasnya membasahi desa asri di pinggiran kota Tegal tersebut, Desa Negarayu. Desa dengan sejuta cerita di bawah kaki bukit, dimana sebagian besar penduduknya telah terbangun untuk memulai segala aktifitas di pukul 6.11 pagi ini. Seorang wanita muda dengan kemeja biru bergaris putih miliknya tengah berdiri diam sambil terus menatapi tiap tetesan hujan yang mengalir melalui celah jendela yang terbuka, tangan putih milik sang wanita terulur ke luar jendela mencoba merasakan butiran-butiran hujan yang membasahi telapak. Dalam damainya hujan pagi itu, Keylani dia

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN