Bab 46

1150 Kata

Matahari sudah mulai meninggi, ketika Daviant dengan pelan melajukan mobil ditengah kepadatan lalu lintas yang mereka lewati saat ini. Lelaki tampan itu mulai berpikir bahwasanya bukanlah pilihan tepat untuk mengajak Keylani mencari sarapan hingga berkilometer jauhnya dari tempat mereka berjumpa tadi. Daviant sedikit menyesal, apalagi ketika mendapati wajah sang sahabat yang terlihat tenang-tenang saja dan sama sekali tidak terganggu dengan pemandangan sesak kendaraan di sekeliling mereka. Iya, Daviant kecewa karena tidak dapat memberikan kesan bagus tentang kota Jakarta pada gadis itu untuk kali pertama. Bukan Daviant seperti ingin menyombongkan kota kelahirannya ini. Hanya saja lelaki tersebut merasa jengah karena dilihat dari segi manapun, pemandangan pagi disini kalah jauh dengan su

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN