"Luciel..... Mengalami trauma yang mendalam akibat perlakuan yang dia terima beberapa waktu ini. Aku, aku tidak tahu apa mentalnya bisa membaik atau tidak. Untuk luka fisiknya sendiri, aku sudah menyembuhkannya." Nero mengumpat saat mendengar suaranya sendiri yang terdengar bergetar. Menghadapi Liffus yang marah memang mimpi buruk untuk semua mahluk. Dan itu tidak terkecuali Nero. "Hapus ingatannya," perintah Liffus dingin. Nero masih diam. Bingung dengan apa yang harus dia lakukan. "Hapus ingatannya jika perlu untuk menyembuhkan traumanya. Aku tidak peduli, lakukan yang terbaik untuk membuatnya kembali menjadi Lucielku yang polos," lanjutnya lagi. Kali ini Nero tidak mau mengomeli Liffus seperti biasa. Mata Liffus yang berkilat marah membuatnya mengurungkan niat. Sejenak ia menimang

